Saat kata ''menunggu" mulai tak memihak, aku perlahan pasrah pada keadaan yang ada. Apa yang pernah terbesit dalam hati, bahkan terlisankan oleh lidah perlahan meninggalkan tempat awalnya.
Aku pernah mengatakan pada diri sendiri ingin bertahan dan ingin bersamamu, tapi ketidakpedulianmulah yang pada akhirnya menenggelamkannya.
Kini, ikrar itu pun tergantikan. Dan aku yang harus kembali menyembuhkan lukaku dengan cara luka, dengan cara melenyapkanmu dari sisa-sisa harapanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar