Saat kata ''menunggu" mulai tak memihak, aku perlahan pasrah pada keadaan yang ada. Apa yang pernah terbesit dalam hati, bahkan terlisankan oleh lidah perlahan meninggalkan tempat awalnya.
Aku pernah mengatakan pada diri sendiri ingin bertahan dan ingin bersamamu, tapi ketidakpedulianmulah yang pada akhirnya menenggelamkannya.
Kini, ikrar itu pun tergantikan. Dan aku yang harus kembali menyembuhkan lukaku dengan cara luka, dengan cara melenyapkanmu dari sisa-sisa harapanku.
Senin, 05 Februari 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
KETIDAKMENGERTIANKU TENTANG SEMUA INI Part 2
Jika kamu pernah terluka karena sesuatu, kamu pasti tahu berapa lama pula waktu yang pernah kamu butuhkan untuk bangkit dari sana. Belum ...
-
Saat rasa tak mampu lagi bertahan pada lingkarannya, maka yang terjadi adalah luapan yang tak terhingga. Mencoba mencari celah untuk bernafa...
-
Bayangmu seakan menjadi hantu di setiap lamunanku. Ingin kumenepi, namun rasa itu terlanjur ada. Ingin kuberbalik, namun rindu itu te...
-
KEDIPAN PELANGI (Karya : Nirma) Sedari tadi awan putih bersedih Bahkan menangis dengan suara pilunya Di balik sinar senja diriku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar