Malam ini kembali terulang, aku tegaskan untuk pergi darimu. Kamu yang dua tahun ini pernah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku. Darimu aku mendapatkan ocehan dan juga teguran dari beberapa perbuatanku yang memang pantas untuk mendapatkan hal itu. Terima kasih, aku ucapkan beribu terima kasih karena sudah mau bersedia meluangkan dan membuang waktumu untukku selama ini.
Aku begitu terluka, iya aku akui. Aku masih ingin bersamamu, iya aku tak akan munafik. Aku masih ingin tertawa dan bercanda lagi bersamamu. Aku masih ingin menemanimu lagi di telepon hingga akhirnya kamu tertidur. Aku masih ingin merepotkanmu dari permintaan-permintaanku yang kadang memaksa, aku masih ingin membantah dari nasehat-nasehatmu, dengannya aku seakan selalu memilikimu yang siap menegurku kapanpun. Aku suka saat kau mengeluh padaku. Iya, aku masih ingin semuanya.
Aku minta maaf jika harus pergi tanpa pamit. Aku harap kamu menghargai keputusanku. Aku tak ingin menjadi penghalang kebahagiaanmu. Aku tak ingin menjadi prioritasmu dan mengabaikan hati yang mungkin lebih menginginkanmu. Aku minta maaf, sekali lagi minta maaf.
Doaku yang terbaik, semoga akhir kuliahmu lancar dan lulus secepatnya.
Terima kasih sekali lagi, aku menyayangimu, Kak.
23 Desember 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar