Senin, 05 Februari 2018

Aku Pergi, Kak

Malam ini. Di ruangan sempit ini, pas satu tahun lalu, aku pernah melepaskan rasa ini intuk betul-betul pergi dari seseorang. Dan untungnya, langit tak menumpahkan hujan. Meski begitu mataku ternyata memilih untuk tetap membiarkan airnya untuk turun.
Malam ini kembali terulang, aku tegaskan untuk pergi darimu. Kamu yang dua tahun ini pernah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku. Darimu aku mendapatkan ocehan dan juga teguran dari beberapa perbuatanku yang memang pantas untuk mendapatkan hal itu. Terima kasih, aku ucapkan beribu terima kasih karena sudah mau bersedia meluangkan dan membuang waktumu untukku selama ini.


Aku begitu terluka, iya aku akui. Aku masih ingin bersamamu, iya aku tak akan munafik. Aku masih ingin tertawa dan bercanda lagi  bersamamu. Aku masih ingin menemanimu lagi di telepon hingga akhirnya kamu tertidur. Aku masih ingin merepotkanmu dari permintaan-permintaanku yang kadang memaksa, aku masih ingin membantah dari nasehat-nasehatmu, dengannya aku seakan selalu memilikimu yang siap menegurku kapanpun. Aku suka saat kau mengeluh padaku. Iya, aku masih ingin semuanya.

Aku minta maaf jika harus pergi tanpa pamit. Aku harap kamu menghargai keputusanku. Aku tak ingin menjadi penghalang kebahagiaanmu. Aku tak ingin menjadi prioritasmu dan mengabaikan hati yang mungkin lebih menginginkanmu. Aku minta maaf, sekali lagi minta maaf.
Doaku yang terbaik, semoga akhir kuliahmu lancar dan lulus secepatnya.

Terima kasih sekali lagi, aku menyayangimu, Kak.

23 Desember 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KETIDAKMENGERTIANKU TENTANG SEMUA INI Part 2

Jika kamu pernah terluka karena sesuatu, kamu pasti tahu berapa lama pula waktu yang pernah kamu butuhkan untuk bangkit dari sana. Belum ...