Jumat, 01 Juni 2018

Menangislah

Kiamat memang belum tiba, tapi dunia seperti telah runtuh saat itu juga. Saat di mana kamu berada jauh dari orang tua, dan tidak ada seorang teman pun yang bisa mengerti keterpurukanmu. Aku bisa katakan dunia akan runtuh saat itu juga. 

https://www.wattpad.com/story/121345369-menangis-dalam-kesendirianku

Jika hal ini terjadi, menangislah! Tak sedikit orang yang akan menemukan ketenangan di balik air mata yang terus jatuh. Berpikiran positif memang suatu hal yang baik, namun kadangkala kamu harus memaksakan diri untuk berpikiran negatif ke orang-orang yang menurutmu selama ini selalu ada buatmu. Kadang kamu hanya perlu sedikit tegas, "Kamu belum mendapati orang-orang yang benar-benar ikhlas membantu, mereka akan lepas tangan saat mereka merasa kamu akan jauh lebih baik dari mereka jika saja mereka tetap membantumu." Bukan melatihmu untuk berpikiran negatif terus, tapi hanya sekadar mengantisipasi agar harapan yang kamu gantungan ke mereka tidak begitu sakit jika ternyata hal itu memang terjadi. 

Jika hal ini terjadi, menangislah! Tak masalah menganggap dunia runtuh. Kadangkala justru kesendirianlah yang bisa mengajarkan banyak hal. Terutama untuk menguatkan diri sendiri agar tetap kokoh melangkahkan kaki ke mana pun dan di mana pun kamu berpijak. Air mata bukan hanya untuk simbol kelemahan, tapi juga simbol bagi mereka yang memutuskan untuk kuat.

Jika hal ini terjadi, menangislah! Itu artinya kebersamaan yang kamu jalin selama ini ternyata tidak bermuara kepada kehangatan yang diimpikan, tapi justru mencari keuntungan di balik celah yang menipu. Tak masalah, kamu hanya perlu sedikit lebih tegas lagi, "Teman yang sesungguhnya bukan hanya yang menemani saat suka dan duka, tapi mereka yang juga ikut merasa bahagia dan beruntung jika kamu bahagia." Jika masih ada perasaan iri melihatmu mendapatkan hal yang mereka juga inginkan, maaf sekali lagi. Itu belum bisa kamu sebut teman.

Jika hal ini terjadi, menangislah! Berdamai dengan sepi harus kamu lakukan. Bukan ingin menjauh dari dunia sosial, tapi hanya sekadar mengistirahatkan hati dari kejamnya menjalin hubungan. Ini resiko. Dan kamu sendirilah yang harus menyelesaikannya. 



Menangislah! 

Jumat, 20 April 2018

Aku Menyadari


Kamu penuh keistimewaan, karena itulah aku memilih untuk sengaja melewatkan setiap hal yang berkaitan denganmu. Tulisan-tulisanmu yang aku akui memang membuatku kagum. Aku menyadari itu. Jika bukan karena aku yang terlalu takut untuk menghadapi jika memanjakan keinginan ini, aku bisa saja terus menjalaninya. Tapi aku yang takut. Dan aku mungkin hanya salah satu pengagum tersembunyi dari sekian banyak pengagummu. Jika mereka sanggup mengabadikan  itu, maka lain halnya dengan aku. Aku memilih lebih bersembunyi lagi, dengan harap cemas besok tak akan bertemu lagi hal-hal kecil dari bagian keistimewaan yang banyak dipuja itu.

Aku memilih untuk menjadi munafik, termasuk dalam hal mengagumimu. Aku mungkin saja berkata tak ada apa-apa yang istimewa, bahkan menjadi hal yang menyebalkan jika hal itu terjadi. Dan ternyata pada hakikatnya, hatiku akan pasti mengingkari semua yang keluar dari mulutku sendiri. Dan aku sekali lagi menyadari itu. Kamu akan selalu seperti itu -aku berharap, semoga- menjadi penyenang setiap hati, tapi tidak dengan hatiku, karena aku memilih untuk melewatinya daripada harus menyaksikannya.

20 April 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Luka dengan Luka

Saat kata ''menunggu" mulai tak memihak, aku perlahan pasrah pada keadaan yang ada. Apa yang pernah terbesit dalam hati, bahkan terlisankan oleh lidah perlahan meninggalkan tempat awalnya.
Aku pernah mengatakan pada diri sendiri ingin bertahan dan ingin bersamamu, tapi ketidakpedulianmulah yang pada akhirnya menenggelamkannya.
Kini, ikrar itu pun tergantikan. Dan aku yang harus kembali menyembuhkan lukaku dengan cara luka, dengan cara melenyapkanmu dari sisa-sisa harapanku. 

Tentang Cahaya Itu

Bismillah. Ucapku lirih dalam hati. Beberapa menit lamanya kupandangi layar komputer. Pikiranku masih mengembara ke atas sana. Berusaha memilih satu kata yang pas. Satu kata yang menjadi penentu deretan kata selanjutnya yang akan aku tulis. Sulit menemukannya. Bukan karena aku tak punya ide yang akan kutuangkan, terlebih aku merasa tak pantas untuk menggambarkan satu sosok yang berani aku katakan, “Cahaya.”

Berdebar dada tatkala mulai mengetik huruf awal dari tulisan ini. Aku kembali mengumpulkan kotak-kotak kenangan yang aku punya tentangnya. Aku beranjak dari dudukku. Mengambil HP dan langsung masuk ke galeri. Aku sedang mencari. Dan akhirnya aku menemukannya. Sebuah foto beliau sedang berdiri di atas mimbar menyampaikan pidato selaku pimpinan pesantren. Aku masih ingat hari itu adalah hari aku menjadi salah satu peserta wisuda di tingkatan Madrasah Tsanawiyah Tahun 2011. Tak ada yang tahu, ternyata di hari itulah menjadi hari permohonan maaf yang tulus di akhir hayat beliau.



Saat paragraf ini ditulis, aku kembali terbayang hari tanggal 7 Februari 2012. Hari dimana kami dan pesantren menangis. Saat itu aku baru duduk di bangku kelas satu Madrasah Aliyah. Suara keras pengumuman dari Masjid Pesantren. Semua santri beserta guru tanpa banyak bercakap berhamburan. Hanya satu tempat yang akan dituju, rumah kediaman beliau, tepatnya di Mangkoso. Kami tiba, rumah itu sudah sesak dengan banyak orang. Suara tangis seakan saling berlomba. Aku kala itu duduk termenung, hatiku belum bisa percaya apa yang terjadi. Hatiku belum bisa menerima kenyataan kepergian beliau. Bahkan air mata sulit rasanya untuk aku jatuhkan. Bukan karena hatiku sudah keras dan tak menganggap beliau adalah hal luar biasa, tapi aku masih menimbang, aku masih memercayai, “Beliau masih ada, beliau masih ada.” Aku baru saja mencicipi bagaimana arti sebuah keikhlasan jika sudah menjelma dalam diri seseorang. Tapi... kepergian itu terasa begitu cepat bagiku.

Aku terisak menangis di kamar kecil ini. Sendiri. Ingin aku persembahkan tulisan kecil untuk mengenang, untuk mengabadikan, untuk mewakili isi hati yang selama ini belum tersampaikan. Momen yang teringat dalam hatiku adalah saat kelas satu Madrasah Aliyah. Saat aku memulai perjalanan baru selepas Madrasah Tsanawiyah. Memulai kebiasaan baru di lingkungan asrama putri. Tiga tahun aku menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah. Hanya sekadar mengikuti pelajaran di sekolah. Tidak dengan pendidikan yang sebenarnya yaitu pengajian di Masjid Pesantren selepas maghrib dan subuh. Aku bersyukur aku menjadi yang terbaik di kelasku, ternyata Allah masih memberiku kenikmatan untuk tetap mencicipinya. Namun satu hal yang tak bisa aku sembunyikan dibalik kenikmatan itu. Satu hal yang terkadang membuatku malu pada diri sendiri, adalah aku tidak tinggal dan berbaur bersama santriwati lain di Pesantren, tapi memilih tinggal bersama orang tua di rumah. Aku saat itu masih belum bisa melepaskan diri dari dekapan orang tua, terutama ibu. Aku bermalam di Pesantren mungkin hanya beberapa malam saja, dan setelah itu kembali lagi ke rumah. Pernah aku mendapatkan satu teguran keras dari Bapak karena kala itu aku meminta Ibu untuk menemani tidurku, “Sudah besar begitu masih mau tidur dengan Ibu.” Aku meneteskan air mata, tapi tetap saja aku tak ingin pisah dengan Ibu.

Seiring berjalannya waktu, bertambah pula usia. Memasuki bangku Madrasah Aliyah aku memantapkan hati untuk tinggal di Pesantren. Suasana suka, duka, canda, tangis, menjadi kebahagiaan tersendiri. Kegiatan-kegiatan kepesantrenan; shalat berjama’ah, pengajian kitab, training dakwah, belajar tambahan ba’da ashar seperti Nahwu, Sharaf, Al-Qur’an, dan lain-lain sudah menjadi rutinitasku setiap hari. Aku mulai menikmati suasana itu.

Jam lima sore, semua santri dan santriwati diwajibkan untuk berada di Masjid. Rutinitas dzikir menjelang maghrib, beliau yang akan memimpinnya. Terkadang berjalan ke shaf belakang, tepatnya shaf santriwati. Suara khas dari tongkat beliau ketika berjalan membuat kami sedikit pun tak berani untuk bergerak, bahkan rasanya untuk bernafas pun sangat hati-hati. Kami merasa takut, padahal jiwa pemarah tak pernah kami temukan di sana. Dialah sosok yang begitu kami hormati dan segani. Aku memejamkan mata, berusaha tenggelam dalam bait dzikir seraya menikmati dentingan suara tongkat yang lewat di belakangku.

Tentang keikhlasan. Entah bagaimana caranya aku bisa menggambarkan itu semua. Yang aku lihat saat ini adalah buah dari keikhlasan itu. Semua guru, pembina, dan alumni yang mengabdikan diri untuk Pesantren merupakan salah satu cerminan bagaimana sosok beliau dalam ikhlas mengajar dan mendidik santrinya. Tak hanya sekadar bermodalkan tanggung jawab, karena bisa jadi dalam tanggung jawab itu sendiri masih tersimpan suatu beban, masih tersimpan suatu harapan untuk meminta hak, bahkan mungkin masih tersimpan keluhan-keluhan dalam menjalaninya. Tapi tidak halnya dengan sebuah “keikhlasan”, ia berpangkal dari sebuah ketulusan hati tanpa pamrih. Itu bisa terlihat bagaimana beliau tidak mengambil gaji sepeser pun. Pribadi siapa yang sanggup melakukan hal itu kecuali yang telah terpatri hati dan jiwanya hanya semata-mata untuk Rabbnya.

Jika menyebut Pesantren DDI Takkalasi, atau bahkan secara lengkap, “Pondok Pesantren al-Ikhlash ad-Dary DDI Takkalasi” maka yang paling kuat terkenang dan teringat adalah sosok kepemimpinan tangguh dari beliau. Sosok yang selalu kami rindukan, “AG. K. Muh. Fashih Musthafa, BA”. Keikhlasan tak perlu dibuktikan dengan mengumbar kelebihan yang dipunya di depan orang lain. Keikhlasan cukup dibuktikan melalui ucapan orang-orang yang telah mencicipinya. Aku bahkan tak perlu bertanya ke semua alumni yang pernah menimba ilmu dari beliau hanya sekadar untuk membuktikan apakah keikhlasan itu benar-benar ada dalam diri beliau atau hanya sekadar hoax. Cukup lihat bagaimana keadaan Pesantren tercinta saat ini. Sejak awal diletakkan batu pertama, sejak belum ada gedung resmi, sejak kata layak – mungkin – belum bisa dikatakan, hingga saat ini. Saat di mana gedung-gedung madrasah berdiri berjejeran, dari tingkat Raudhatul Athfal hingga Madrasah Aliyah. Bagaimana antusias para orang tua untuk memercayakan anak-anaknya belajar dan menetap di Pesantren. Bagaimana bantuan dan kepercayaan masyarakat adanya sebuah Pesantren DDI yang bernafaskan ahlu al-sunnah wa al-jama’ah berdiri di Takkalasi. Kepercayaan masyarakat dan terutama orang tua santri tak akan mudah didapatkan begitu saja. Semua tak akan terlepas karena melihat seorang pemimpin yang begitu ikhlas yang dianggap akan memberikan perubahan besar untuk kemajuan Islam melalui Pesantren yang dipimpinnya. Melalui beliau, CAHAYA ilmu terpancar. Melalui beliau, CAHAYA keikhlasan bersinar. Dan melalui beliau, CAHAYA pesantren Takkalasi berkilau.

Aku melalui tulisan sederhana ini, hanya mampu mengucapkan “Dua Kata” untuk mewakili seluruh ucapan yang mungkin para warga DDI Takkalasi tercinta juga selalu ucapkan dalam hatinya. “Terima Kasih” untuk segala keikhlasan beliau dalam mendidik dan mengajarkan ilmunya kepada kami. Tak ada balasan serupa yang bisa kami berikan, terkecuali doa yang selalu terpanjatkan. Melalui ilmu yang telah beliau berikan, akan menjadi pahala yang tiada putusnya untuk beliau jika diamalkan kembali kepada orang lain. Harapan kami kepada seluruh guru yang saat ini mengajar dan mengabdikan diri untuk Pesantren tercinta, dan semua yang pernah meneguk ilmu di Takkalasi, semoga keikhlasan beliau dalam banyak hal, terutama dalam mengajar selalu teringat dalam benak. Tak hanya sekadar mengingat, tapi mencontoh apa yang telah beliau lakukan untuk Pesantren. Agar cita Pesantren “Akhlak dan Ilmu” bisa menjadi darah kental yang melekat pada jiwa Pesantren DDI Takkalasi.

Jakarta, 30 Januari 2018

Senin, 05 Februari 2018

Sisa Harapanku

Saat kata ''menunggu" mulai tak memihak, aku perlahan pasrah pada keadaan yang ada. Apa yang pernah terbesit dalam hati, bahkan terlisankan oleh lidah perlahan meninggalkan tempat awalnya.
Aku pernah mengatakan pada diri sendiri ingin bertahan dan ingin bersamamu, tapi ketidakpedulianmulah yang pada akhirnya menenggelamkannya.
Kini, ikrar itu pun tergantikan. Dan aku yang harus kembali menyembuhkan lukaku dengan cara luka, dengan cara melenyapkanmu dari sisa-sisa harapanku. 

Damsonegongbang - 마음 디해 사랑하는 일 - OST. 로봇이 아니야 (I am Not Robot)

마음 다해 사랑하는 일
(Maeum dahae saranghaneunil)
Mencintai seseorang dengan sepenuh hati
어떻게 어떤 사림이 할수 있나요
(Eottokke eotteon sarami halsu innayo)
Bagaimana kamu bisa melakukan itu
나는 정말 부러운걸요
(Naneun Jeongmal bureoungeolyo)
Aku sangat cemburu
더는 상저 받기 무서워
(teonen sangjeo bakki museowo)
Aku terlalu takut untuk terluka
뒷걸 음만 쳐요
(Dwikkeoremman chyeoyo)
Jadi saya hanya melangkah mundur

누군가를 만날때
(Nugungareul mannalttae)
Saat bertemu seseorang
나는 내 맘 다치는 게싫어서
(Naneun Nae mam dachineunge shireoseo)
Aku tidak suka terluka
안제나 한걸음 뒤에 서 있네요
(Anjena hangeoreum dwieseo inneyo)
Jadi aku selalu berdiri satu langkah di belakang
참 안쓰럽게도
(Cham asseurobgedo)
Sangat menyedihkan

마음을 주는 일
(Maeumeul juneunil)
Memberi seseorang hatimu
나는 왜 이리도 어려울까요
(Naneun wae irido eoryeoulkkayo)
Mengapa begitu sulit bagiku?
나 같은 사람도 사랑을 하네요
(Na gateun saramdo sarangeul haneyo)
Seseorang sepertiku sedang jatuh cinta
잠이상하죠
(Jami sanghajyo)
Ini sangat aneh

마음 다해 사랑하는일
(Maeum dahae saranghaneunil)
Mencintai seseorang dengan sepenuh hati
어떻게 어떤 사람 이 힐수 있나요
(Eottokke etton sarami halsu innayo)
Bagaimana kamu bisa melakukan itu?
나는 정말 좀처럼 잘되질 않네요
(Naneun Jeongmal jomcheoreom jaldwejil anneyo)
Ini sangat tidak mudah bagiku
그때 당신처럼
(Geuttae dangshin cheorom)
Sama seperti yang kamu lakukan saat itu
그런 사랑 하고싶어요
(Gereon sarang hagosipheoyo)
Aku menginginkan cinta seperti itu

Kim Yeon Ji - 마음의 말 - OST. 로봇이 아니야 (I am Not Robot)

나며칠을 앓고만 엤어
(Namyeochireural gomanesseo)
Aku punya beberapa hari
가슴이 너로 번처서
(Gaseumi neoro beoncheoseo)
Kamu sangat lelah dengan dadamu
숨쉬는게
(Shunswineunge)
Bernafas
잠드는 게 힘이 들어
(Jamdeuneunge himi deuro)
Sulit untuk tidur
네엎인데도
(Ne eophindedo)
Bahkan setelah anda
마음은 네 옆에 갈수 앖어
(Maeumeun Ne yeophe galsu eobseo)
항상 널 그리워 만해
(Hangsang neol geuriwo manhae)
Aku selalu merindukanmu
그리움은
(Geuriumeun)
Kerinduan
오늘도 눈물이 됐어
(Oneuldo nunmuri dwaesseo)
Aku menangis sekarang

말해 보고싶어
(Mare bogosipheo)
Aku ingin memberitahumu
나불러 보고싶어
(Nabulleo bogosipheo)
Aku ingin menghubungimu
늘입순 맡에 머금고
(Neul ibsun mathe meogeumgo)
Aku selalu di bibirku
되뇌고 되뇌는
(Dwenwego dwenweneun)
Putar ulang
마음의 말
(Maeumwi mal)
Kata hati
아무리 외쳐봐도
(Amuri wecyeobwado)
Tidak peduli bagaimana saya bertindak
너에겐 들리지 않나봐
(Neoegen deulliji annabwa)
Aku tidak berpikir itu terdengar untukmu
매일손으로만
(Maeilsoneuroman)
Hanya sehari)
눈빛으로만
(Numbicheuroman)
Hanya di mata
말해야 했었던
(Maraeya haesseotdeon)
Harus dikatakan
널향한 사랑의 말이야
(Neolhyanghan sarangeui maliya)
Cinta untukmu

긴하루가 되어버렸어
(Gin harugadwe eoboryeosseo)
Setelah hari yang panjang
나 너를 기다리는 게
(Na neoreul kidarineun ge)
Aku menunggumu
숨쉬듯이
(Sumshwideushi)
Bernafaslah
당연한 일이 된거야
(Dangyeonhaniri dwekeoya)
Ini tentu saja

말해 보고싶어
(Malhae bogosipheo)
Aku ingin memberitahumu
나불러 보고싶어
(Nabulleobogosipheo)
Aku ingin menghubungimu
늘 입순 맡에 꺼냈다
(Neul ibsun mathe kkeonaetda)
Aku selalu mengeluarkannya dibibirku
감추고 감추는
(gamchuho gamchuneun)
Sembunyikan dan Sembunyikan
마음의 말
(Maeum eui mal)
Kata hati
아무리 외쳐봐도
(Amuri wechyeobwado)
Tidak peduli bagaimana saya berteriak
내맘이보이지않나봐
(Nae mami boiji annabwa)
Saya tidak melihat hati saya
밣은 얼굴 뒤로
(Bareun eolgul dwiro)
Wajah cerah kembali
얼마나 많은
(Eolmana maneun)
Berapa banyak
눈물을지우고
(Nunmureul jiugo)
Bersihkan air mata
지워야 했는지 모를거야
(Jiwoya haenenji moreulkeoya)
Saya tidak tahu apakah saya harus menghapusnya 

처음인걸
(Cheoeumingeol)
Ini pertama kali
나이런 감정은
(Naireon kamjeongeun)
Saya merasa seperti ini
네곁인데도 난 네가 그리워
(Negyeotindedo nan nega geuriwo)
Meskipun aku di sampingmu merindukanmu
한번 만이라도
(Hanbeon manirado)
Bahkan sekali
네품에 안겨 너의 이름을 부른다면
(Ne pheume angye neoeui ireumeul bureundamyeon)
Jika kamu membawa namamu ke dalam pelukanku

말해주고싶어
(Malhae jugosipheo)
Aku ingin memberitahumu
나들려주고싶어
(Nadeullyeo jugosipheo)
Aku ingin memberitahumu
늘입술 맡에 머금고
(Neul ibsum mathe meogeumgo)
Aku selalu dibibirku
되뇌도 되뇌던
(Dwenwedo dwenwedeon)
Putar ulang
마음의 말
(Maemeui mal)
Kata hati
아무리 외쳐봐도
(Amuri wechyeobwado)
Saya tidak peduli bagaimana saya berteriak
너에겐 들리지 않나봐
(Neo egen deulliji annabwa)
Saya tidak berpikir itu terdengar untukmu
매일속으로만
(Maeil sogeuroman)
hanya sehari
눈빛으로만
(Nunbicheuroman)
Hanya di mata
말해야 했었던
(malhaeya haesseoteon)
Harus dikatakan
널향한 사랑의 말이야
(Meolhyanghan sarangeui maliya)
Cinta untukmu

Juniel - 여기서 있어 - OST. 로봇이 아니야 ( I am Not Robot Part. 5)

보는 갓만으로 행복하다고
(Boneun ganmaneuro haengbokadago)
Saya hanya senang melihat
그림자만으로 춯본하다고
(Geurimjamaneuro junbunhadago)
Bayangan sudah cukup
씩 씩하던 미음에
(Shik shikadeon maeume)
Dalam hatiku
자꾸만 눈물이 일어
(Jakkuman nunmuri ireo)
Aku terus menangis
오늘도 열심히 사랑했지만
(Oneuldo yeolshimi saranghaetjiman)
Aku juga mencintaimu hari ini
그대는 모르잖아요
(Geudaeneun moreujanayo)
Kamu tidak tahu
한뼘도
(Hanppueomdo)
Satu
한켠의 맘도
(Hankhyeoneui mamdo)
Selain itu
내 줄수 없나요
(Nae julsu eomnayo)
Tidak bisakah aku memberikannya padamu
내겐 안되나요
(Naegen andwenayo)
Tidak bisa

여기서 있어 늘 그대 곁을 지킨 사람
(Yeogiseo isseo neul geudae kyeothel jikhin saram)
Aku berdiri di sini dan selalu berpihak padamu
여기서 있어 바보 갘은 사람
(Yeogiseo isseo pabo gakheun saram)
Orang bodoh berdiri di sini
고개만 돌리면
(Gokaeman dollimyeon)
Balikkan kepalamu
내가 보일 텐데
(Naega boil thende)
그댄 왜 몰라요
(Geudan wae mollayo)
Kenapa Kamu tidak tahu?
그럼 내게 그리 웃어주면 안됬어
(Geureom naege geuri useojumyeon andwesseo)
Maka kamu tidak bisa hanya menertawakanku

눈으로 말하던 숱한 떨림들
(Nuneuro maradeon suthan ttollimdeul)
Banyak mata gemetar sedang berbicara
아무뚯 없았다구요
(amuttuteobseottaguyo)
Aku tidak bermaksud apa-apa
설레임
(Seolleim)
Hancurkan
잠 못 이룬 밤
(Jammoti runbam)
Malam yang mengantuk
모두  나 혼자쓴
(Modu na honjasseun)
Aku menulis sendirian
소설이 었나요
(Soseoli eonnayo)
Apakah itu sebuah novel?


여기서 있어 늘 그대 편이돼준 사람
(Yeogiseo isseo neul geudae pyeonidwaejun saram)
Aku berdiri di sini dan selalu berpihak padamu
여기서 있어 바보 같은 사람
(Yeogiseo isseo pabo gatheun saram)
Orang bodoh berdiri di sini
고개만 돌리면
(Gokaeman dollimyeon)
Balikkan kepalamu
내가 서 있는데
(Naegaseo inneunde)
Aku berdiri
그렇게 몰라요
(Geuroke mollayo)
Saya tidak tahu
그럼 내게 그리 웃어주면 안됐어
(Geureom naege geuri useojumyeon andweasseo)
Maka Kamu tidak bisa hanya menertawakanku

장말로 그댄
(Jeongmallo geudaen)
Sungguh
내가 사라져도
(Naega sarajyeodo)
Bahkan jika aku menghilang
괜찮은 건가요
(Gwaenchaneun geongayo)
Tidak apa -apa

여기까지만 나 홀로써 내려온 사람
(Yeogikkajiman nahollosseo naeryeoun saram)
Cinta yang telah aku tulis sejauh ini
오늘까지만 이멍청한 사람
(Oneulkkajiman imeongcheonghal saram)
Hanya Cinta bodoh ini sampai hari ini
다신 안올거야
(Dashinanulkeoya)
Aku tidak akan datang lagi
뒤돌아서지만
(Dwidolaseojiman)
berbalik
난한  발자군도
(Nanan baljagundo)
Saya punya satu tapak
그대맘 밖으로 발을데지 멋애요
(Geudaemam bakkeuro bareuldeji motaeyo)
Aku tidak bisa menjauhkan kakiku dari pikiranmu

Lirik Lagu Suzy - Saranghaeyo (OST. Gu Family Book)

듣고 있나요 슬픈 내 혼잣말을
deutgo innayo seulpeun ne honjatmareul
Apakah kau mendengar aku bicara sendiri tentang kesedihanku?

그댈 그댈 탓하는 이말을
geudel geudel tat-aneun imareul
Ucapanku menyalahkanmu, kamu

부르면 다시 아픔이 되는 이름
bureumyon dasi apeumi dweneun ireum
Nama yang menyakitikan lagi saat kusebut

그대 그대 그대
Geudae Geudae Geudae
Kau kau kau

가끔씩 그대 내 생각에 웃어준다면
gakkeumssik geude nae senggage usojundamyeon
Terkadang saat kau tersenyum dalam pikiranku

더 이상 미련 갖지 않을테니
deo isang miryeon gatji aneulteni
Aku tak akan memiliki perasaan lagi padamu

나를 잊지말아요 나를 나를
nareuritjimarayo nareul nareul
Jangan lupakan aku, aku, aku

제발 기억해줘요 나를 나를
jebal giokhejwoyo nareul nareul
Tolong ingatlah aku, aku, aku

이별은 한번인데 그리움은 왜 많은지
ibyeoreun hanboninde geuriumeun wae maneunji
Meskipun perpisahan hanya sekali namun mengapa kerinduan ada banyak sekali?

한순간도 난 잊은적 없었죠 사랑해요
han sun-gando nan ijeun jogobsotjyo saranghaeyo
Sekalipun aku tak pernah melupakanmu, aku mencintaimu

그런건가요 아무렇지 않나요
geuron-gon-gayo amurochi annayo
Mungkinkah seperti itu? Apakah kau tak terpengaruh?

그댄 그댄 그댄
geuden geuden geuden
Kau kau kau

그흔한 약속없이 나는 떠나가지만
geuheunhan yaksogobsi naneun tteonagajiman
Aku meninggalkanmu tanpa janji biasa

내안에 아직 남아있는 사람
nae ane ajig-nama inneun saram
Dalam diriku masih tertinggal seseorang

나를 잊지말아요 나를 나를
nareuritjimarayo nareul nareul
Jangan lupakan aku, aku, aku

제발기억해줘요 나를 나를
jebal giokhejwoyo nareul nareul
Tolong ingatlah aku, aku, aku

이별은 한번인데 그리움은 왜 많은지
ibyeoreun hanbeoninde geuriumeun wae maneunji
Meskipun perpisahan hanya sekali namun mengapa kerinduan ada banyak sekali?

한순간도 난 잊은적 없었죠
han sun-gando nan ijeun jeogeobsotjyo
Sekalipun aku tak pernah melupakanmu, aku mencintaimu
Cintaku berlalu

지나간 내 사랑을 다시 하자는건 아녜요
jinagan nae sarangeul dasi hajaneun-geon aneyo
Aku tak memintamu melakukannya lagi pada cintaku yang berlalu

다만 내 사랑을 기억하면 되요
daman nae sarangeul gieokhamyoen dweyo
Aku hanya meminta kau mengenang cintaku

나를 잊지말아요 나를 나를
nareuritjimarayo nareul nareul
Jangan lupakan aku, aku, aku

나를 사랑해줘요 나를 나를
nareul saranghaejwoyo nareul nareul
Tolong ingatlah aku, aku, aku

이별은 한번인데 그리움은 왜 많은지
ibyeoreun hanbeoninde geuriumeun wae maneunji
Meskipun perpisahan hanya sekali namun mengapa kerinduan ada banyak sekali?

한순간도 난 잊은적없었죠 사랑해요 사랑해요
han sun-gando nan ijeun jeogeobsotjyo sarangheyo saranghaeyo
Sekalipun aku tak pernah melupakanmu, aku mencintaimu aku mencintaimu

Lirik Lagu Bae Suzy - Too Much Tears

난 마음이 약해요 외로움도 많아
nan maeumi yakheyo weroumdo mana
Aku memiliki hati yang lemah, juga sangat kesepian
가끔 혼자서 울기도 해요
gakkeum honjaso ulgido heyo
Terkadang, aku juga menangis sendirian
나는 바보라 하나밖에 몰라요
naneun babora hanabakke mollayo
Aku tidak tahu apapun kecuali suatu kebodohan
사랑을 줄수 있어도 버리는 법은 모르죠
sarangeul julsu issodo borineun bobeun moreujyo
Meskipun aku dapat memberikan cinta, tetapi aku tidak tahu cara membuangnya

난 가시가 많아요 그래서 상처가 많아
nan gasiga manayo geureso sangchoga mana
Aku memiliki banyak duri, oleh karenanya ada banyak luka
이런 날안아 줄수있나요
iron narana julsu innayo
Apakah kau masih bisa memelukku seperti ini?
기대고싶어 그대의 품 안에서
gidegosipo geudeye pum aneso
Aku ingin berdoa agar berada di dalam pelukanmu
버리고 버렸던 나의 사랑을 다시한번 믿고싶어
 borigo boryotdon naye sarangeul dasihanbon mitgosipo
Aku ingin percaya sekali lagi pada cintaku yang telah terbuang

눈물이 많아서 사랑에 겁이 많아서
nunmuri manaso sarange gobi manaso
Aku banyak menangis sehingga sangat takut pada cinta
그댈 앞에 두고 한걸음도 못가
geuder-ape dugo han-goreumdo motga
Aku bahkan tidak dapat maju selangkah di depanmu
정말 날 사랑한다면 달려와 나를 안아줘요
jongmal nal saranghandamyon dallyowa nareur-anajwoyo
Jika kau benar-benar mencintaiku, berlarilah dan peluk diriku
난 볼수없죠 눈물이 많아서
nan bolsuopjyo nunmuri manaso
Aku tidak dapat melihatmu karena banyaknya tangisanku


난 비밀이 많아요 그래서 거짓도 많아
nan bimiri manayo geureso gojitdo mana
Aku memiliki banyak rahasia, oleh karenanya aku banyak berbohong
이런 나라도 이해하나요
iron narado ihehanayo
Apakah kau masih memahami diriku yang seperti ini?
지우고 싶어 다시 돌리고 싶어
jiugo sipo dasi dolligo sipo
Aku ingin menghapus, ingin memutar balik
속이고 속았던 지난 사랑을 다시한번 잊고싶어
sogigo sogatdon jinan sarangeul dasihanbon itgosipo
Aku ingin sekali lagi melupakan cinta yang dahulu telah berulang kali menipuku

눈물이 많아서 사랑에 겁이 많아서
nunmuri manaso sarange gobi manaso
Aku banyak menangis sehingga sangat takut pada cinta
그댈 앞에 두고 한걸음도 못가
geuder-ape dugo han-goreumdo motga
Aku bahkan tidak dapat maju selangkah di depanmu
정말 날 사랑한다면 달려와 나를 안아줘요
jongmal nal saranghandamyon dallyowa nareur-anajwoyo
Jika kau benar-benar mencintaiku, berlarilah dan peluk diriku
난 볼수없죠 눈물이 많아서
nan bolsuopjyo nunmuri manaso
Aku tidak dapat melihatmu karena banyaknya tangisanku



바람이 불어 와요 난 살며시 눈을 감았죠
barami buro wayo nan salmyosi nuneul gamatjyo
Angin berhembus, aku menutup mata dengan diam-diam
그대향기 느껴지는데
geudehyanggi neukkyojineunde
Aku merasakan keharumanmu
어디에 서 있나요 나를 보고 있나요
odie so innayo nareul bogo innayo
Dimanakah kau berada? Apakah kau melihatku?
내가 원해 그대를 원해
nega wonhe geudereul wonhe
Aku menginginkanmu, Aku mengharapkanmu


눈물이 넘쳐서 사랑에 겁이 넘쳐서
nunmuri nomchyoso sarange gobi nomchyoso
Air mataku banyak mengalir, sehingga ketakutanku pada cintapun berlebihan
그댈 앞에 두고 알아보지 못해
geuder-ape dugo araboji mot-he
Aku bahkan tidak dapat mengetahui dirimu yang berada di depanku
정말 날 사랑한다면 달려와 나를 안아줘요
jongmal nal saranghandamyon dallyowa nareur-anajwoyo
Jika kau benar-benar mencintaiku, berlarilah dan peluk diriku
난 볼수없죠 눈물이 많아서
nan bolsuopjyo nunmuri manaso
Aku tidak dapat melihatmu karena banyaknya tangisanku

그대 손으로 내 눈물 닦아줘요
geude soneuro ne nunmul dakkajwoyo
Kau menghapus air mataku dengan tanganmu

Lirik Lagu Bae Suzy - I Still Love You

벌써 눈물이 아닌 줄알면서 왜 자꾸 눈물이
(Beolsseo nunmuri anin juralmyeonseo wae jakku nunmuri)
Meneteskan air mata, walau aku tahu tak seharusnya aku melakukannya, Mengapa aku terus saja menangis
널향한 마음이 제멋대로 나를 나를 너에게 보내는 걸
(Neol hyanghan maeumi jemeotdaero nareul nareul neoege bonaeneun geol)
Ku yang selama ini terpatri di hatiku, haruskah bagiku, bagiku untuk melepasmu?
너무 아프다 나만 이런 감정을 갖고 있는게
(Neomu apheuda naman ireon gamjeongeul gatgo inneunge)
Sangat menyakitkan, hanya aku sendiri yang seperti ini
니가 나를 바라보지 않는게
(Niga nareul baraboji anhneunge)
Kau sama sekali tak melihatku
이런 내가 넌 불편하겠지만
(Ireon naega neon bulphyeonhagetjiman)
Walau kau menghancurkan aku seperti ini
그래도 사랑해 너를 사랑해
(Geuraedo saranghae neoreul saranghae)
Tetap saja, mencintaimu, aku mencintaimu
다른 건 몰라도 내가 널 원해
(Dareun geon mollado naega neol wonhae)
Dan aku tak tahu yang lain, aku hanya menginginkanmu
다가가려 할수록 가까워 만질 수록도 망치는 니가 날 외롭게 하는걸
(Dagagaryeo halsurok gakkawo manjilsurok domangchineun niga nal wiropge haneun geol)
Saat aku mencoba mendekat, berusaha mendekat, kau melarikan diri, membuatku merasa sendiri, kesepian
눈물이멈추지않아않아요
(Nunmuri meomchuji anha anhayo)Air mata ini tak berhenti, tak berhenti
멀어지면안돼안돼안돼요
(Meoreojimyeon andwae andwae andwaeyo)
Jangan menghindariku, jangan, jangan
도망치지말아줘돌아서지말아줘나에게서제발
(Domangchiji marajwo doraseoji marajwo naegeseo jebal)
Jangan melarikan diri dariku, jangan tinggalkan aku, ku mohon
서로행복했던너무좋았었던시간이스쳐서
(Seoro haengbokhaetdeon neomu johasseotdeon sigani seuchyeoseo)
Saat menghabiskan waktu bersamamu, aku bahagia, sangat menyenangkan
죽도록후회할것만같아서지금너에게난할말이있어
(Juk dorok huhwi hal geotman gathaseo jigeum neoege nan hal mari isseo)
Dan aku tak ingin ada penyesalan nantinya, sekarang ada yang ingin ku katakan padamu
그래도사랑해너를사랑해
(Geuraedo saranghae neoreul saranghae)
Tetap saja, mencintaimu, aku mencintaimu
다른건몰라도내가널원해
(Dareun geon mollado naega neol wonhae)
Aku tak tahu yang lain, aku hanya menginginkanmu
다가가려할수록가까워만질수록도망치는니가날외롭게하는걸
(Dagagaryeo halsurok gakkawoman jilsurok domangchineun niga nal wiropge haneul geol)
Saat aku mencoba mendekat, berusaha mendekat kau melarikan diri, membuatku merasa sendiri, kesepian
눈물이멈추지않아않아요
(Nunmuri meomchuji anha anhayo)
Air mata ini tak berhenti, tak berhenti
멀어지면안돼안돼안돼요
(Meoreojimyeon andwae andwae andwaeyo)Jangan menghindariku, jangan, jangan
도망치지말아줘돌아서지말아줘나에게서제발
(Domangchiji marajwo doraseoji marajwo naegeseo jebal)
Jangan melarikan diri dariku, jangan tinggalkan aku, ku mohon
니가돌아오고싶을때그때내게돌아와도돼
(Niga dora ogo sipheulttae geuttae naege dorawadodwae)
Saat kau ingin kembali padaku, saat itu juga kau boleh kembali padaku
널사랑하니까
(Neol saranghanikka)
Karena aku mencintaimu
날 사랑 안 해도 나는 괜찮아
(Nal sarang an haedo naneun gwaenchanha)
Walaupun kau tak mencintaiku, aku tak apa
널볼수있다면뭐든난좋아
(Neol bol su itdamyeon mwodeun nan joha)
Hanya dengan melihatmu pun, aku bahagia
사랑하면할수록깊어지면질수록멀어지는니가나는너무두려워
(Saranghamyeon hal surok gipheojimyeon jilsurok meoreojineun niga naneun neomu duryeowo)
Saat aku mencintaimu, saat aku bahagia karenamu, kau menghindariku, itu membuatku begitu tersiksa
눈물이멈추지않아않아요
(Nunmuri meomchuji anha anhayo)Air mata ini tak berhenti, tak berhenti
멀어지면안돼안돼안돼요
(Meoreojimyeon andwae andwae andwaeyo)
Jangan menghindariku, jangan, jangan
도망치지말아줘돌아서지말아줘나에게서제발
(Domangchiji marajwo doraseoji marajwo naegeseo jebal)
Jangan melarikan diri dariku, jangan tinggalkan aku, ku mohon

di Ujung Hati

Saat rasa tak mampu lagi bertahan pada lingkarannya, maka yang terjadi adalah luapan yang tak terhingga. Mencoba mencari celah untuk bernafas lega, namun tak jua didapatkan.
Aku rindu, saat di mana hati itu tersenyum dengan kesederhanaan. Aku rindu, saat di mana rasa itu tetap tabah dalam waktu yang tak diketahui ujungnya.
Lalu saat semua itu berangsur menjauh, kemana aku harus mencari? Jangankan senyum yang kembali, cara untuk tersenyum pun aku telah lupa.
Aku harus kemana? Kembali? Kembali kemana? Saat yang diharapkan tak mampu lagi memegang erat. Menjauh? Bagaimana mungkin kumenjauh dari hati yang telah menjadi bagian dari diriku?

Aku Pergi, Kak

Malam ini. Di ruangan sempit ini, pas satu tahun lalu, aku pernah melepaskan rasa ini intuk betul-betul pergi dari seseorang. Dan untungnya, langit tak menumpahkan hujan. Meski begitu mataku ternyata memilih untuk tetap membiarkan airnya untuk turun.
Malam ini kembali terulang, aku tegaskan untuk pergi darimu. Kamu yang dua tahun ini pernah menjadi seseorang yang berarti dalam hidupku. Darimu aku mendapatkan ocehan dan juga teguran dari beberapa perbuatanku yang memang pantas untuk mendapatkan hal itu. Terima kasih, aku ucapkan beribu terima kasih karena sudah mau bersedia meluangkan dan membuang waktumu untukku selama ini.


Aku begitu terluka, iya aku akui. Aku masih ingin bersamamu, iya aku tak akan munafik. Aku masih ingin tertawa dan bercanda lagi  bersamamu. Aku masih ingin menemanimu lagi di telepon hingga akhirnya kamu tertidur. Aku masih ingin merepotkanmu dari permintaan-permintaanku yang kadang memaksa, aku masih ingin membantah dari nasehat-nasehatmu, dengannya aku seakan selalu memilikimu yang siap menegurku kapanpun. Aku suka saat kau mengeluh padaku. Iya, aku masih ingin semuanya.

Aku minta maaf jika harus pergi tanpa pamit. Aku harap kamu menghargai keputusanku. Aku tak ingin menjadi penghalang kebahagiaanmu. Aku tak ingin menjadi prioritasmu dan mengabaikan hati yang mungkin lebih menginginkanmu. Aku minta maaf, sekali lagi minta maaf.
Doaku yang terbaik, semoga akhir kuliahmu lancar dan lulus secepatnya.

Terima kasih sekali lagi, aku menyayangimu, Kak.

23 Desember 2017

KETIDAKMENGERTIANKU TENTANG SEMUA INI Part 2

Jika kamu pernah terluka karena sesuatu, kamu pasti tahu berapa lama pula waktu yang pernah kamu butuhkan untuk bangkit dari sana. Belum ...