Jumat, 20 April 2018

Aku Menyadari


Kamu penuh keistimewaan, karena itulah aku memilih untuk sengaja melewatkan setiap hal yang berkaitan denganmu. Tulisan-tulisanmu yang aku akui memang membuatku kagum. Aku menyadari itu. Jika bukan karena aku yang terlalu takut untuk menghadapi jika memanjakan keinginan ini, aku bisa saja terus menjalaninya. Tapi aku yang takut. Dan aku mungkin hanya salah satu pengagum tersembunyi dari sekian banyak pengagummu. Jika mereka sanggup mengabadikan  itu, maka lain halnya dengan aku. Aku memilih lebih bersembunyi lagi, dengan harap cemas besok tak akan bertemu lagi hal-hal kecil dari bagian keistimewaan yang banyak dipuja itu.

Aku memilih untuk menjadi munafik, termasuk dalam hal mengagumimu. Aku mungkin saja berkata tak ada apa-apa yang istimewa, bahkan menjadi hal yang menyebalkan jika hal itu terjadi. Dan ternyata pada hakikatnya, hatiku akan pasti mengingkari semua yang keluar dari mulutku sendiri. Dan aku sekali lagi menyadari itu. Kamu akan selalu seperti itu -aku berharap, semoga- menjadi penyenang setiap hati, tapi tidak dengan hatiku, karena aku memilih untuk melewatinya daripada harus menyaksikannya.

20 April 2018

KETIDAKMENGERTIANKU TENTANG SEMUA INI Part 2

Jika kamu pernah terluka karena sesuatu, kamu pasti tahu berapa lama pula waktu yang pernah kamu butuhkan untuk bangkit dari sana. Belum ...