Kamu penuh keistimewaan, karena itulah aku memilih untuk sengaja
melewatkan setiap hal yang berkaitan denganmu. Tulisan-tulisanmu yang aku akui
memang membuatku kagum. Aku menyadari itu. Jika bukan karena aku yang terlalu
takut untuk menghadapi jika memanjakan keinginan ini, aku bisa saja terus
menjalaninya. Tapi aku yang takut. Dan aku mungkin hanya salah satu pengagum
tersembunyi dari sekian banyak pengagummu. Jika mereka sanggup
mengabadikan itu, maka lain halnya
dengan aku. Aku memilih lebih bersembunyi lagi, dengan harap cemas besok tak
akan bertemu lagi hal-hal kecil dari bagian keistimewaan yang banyak dipuja itu.
Aku memilih untuk menjadi munafik, termasuk dalam hal mengagumimu.
Aku mungkin saja berkata tak ada apa-apa yang istimewa, bahkan menjadi hal yang
menyebalkan jika hal itu terjadi. Dan ternyata pada hakikatnya, hatiku akan
pasti mengingkari semua yang keluar dari mulutku sendiri. Dan aku sekali lagi
menyadari itu. Kamu akan selalu seperti itu -aku berharap, semoga- menjadi
penyenang setiap hati, tapi tidak dengan hatiku, karena aku memilih untuk
melewatinya daripada harus menyaksikannya.
20 April 2018