KEDIPAN
PELANGI
(Karya :
Nirma)
Sedari
tadi awan putih bersedih
Bahkan
menangis dengan suara pilunya
Di balik
sinar senja diriku bersembunyi
Berharap
akan adanya bintang yang menyambut gelapku
Namun
apakah yang kudapati?
Bintang
tak jua muncul di tengah kesindirianku
Bintang
tak jua menyapa di tepi kesedihanku
Bahkan
menghilang tanpa jejak
Berbalik
arah
Itulah
lebih tepatnya aku bentangkan
Melangkah
berjalan dan berlari
Menatapku
dengan sinar fajar di kala esok tiba
Kulirik lagi senja itu
Betul-betul
tak kudapati bintang itu
Ukiran
senyum tiba-tiba saja tercipta dalam hitungan detik
Mungkinkah?
Kedipan
itu menyentuh senjaku yang sebentar lagi akan berlalu
Mendung
tak lagi mengejek
Merah,
jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu
Menyilaukan
mata di kala terus memandanginya
Kedipan
pelangi
Tetaplah
dengan sinarmu indahmu